Tampilkan postingan dengan label Taruna Merah Putih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taruna Merah Putih. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 November 2014

Charles Honoris: Indonesia Tak Perlu Menerima Permintan Kembali Timor Leste

Wacana bergabungnya kembali Timor Leste ke Indonesia yang pernah dilontarkan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, disarankan agar benar-benar dimatangkan lebih dulu pihak Timor Leste. Sebab wacana tersebut tentu akan menjadi polemik baru Timor Leste dan Indonesia.
Kita harus menghormati kedaulatan negara Timor Leste yang diakui dunia, belum tentu pernyataan Xanana merepresentasikan aspirasi rakyat Timor Leste. Mereka harus menyolidkan wacana ini dulu, kita tak perlu ikut berpolemik terhadap urusan dalam negeri mereka, ujar Charles Honoris, Anggota DPR RI Fraksi PDIP, di Senayan, Jumat, (10/10).
Mencuatnya wacana tersebut dianggap wajar lantaran Timor Leste memang dianggap lebih untung jika bergabung kembali ke Indonesia. Namun, jika ingin terealisasi, Timor Leste tentu harus mengadakaan referendum kedua yang dihadiri oleh salah satu perwakilan PBB. Hal itu diperlukan sebagai pengakuan dari masyarakat internasional.
Referendum yang dihadiri PBB untuk membuktikan bahwa rakyat di sana memang benar-benar ingin bergabung kembali, legitimasinya tetap harus dijaga. Kalau dari pihak Indonesia tidak perlu ikut membuat referendum, cukup menanyakan ke MPR mau diterima atau tidak niatan tersebut. Tapi yang terpenting harus ada penjajakan informal dari kedua belah pihak, jika kesepakatan sudah tercapai baru ditindaklanjuti secara formal, jelas Budidarmono, Pakar Hukum Tata Negara kepada Gresnews.com, Jumat, (10/10).
Pengamat Politik, Emrus Sihombing menduga kekecewaan terhadap sistem pemerintahan yang ada menjadi menjadi alasan kuat Tomor Leste ingin bergabung kembali. Terlepas sistem di sana bagus atau jelek, tapi yang pasti ini hanya kekecewaan beberapa kelompok politisi saja. Mungkin dianggap saat masa bergabung dengan kita mereka lebih sejahtera, ujarnya kepada Gresnews.com, Jumat, (10/10).
Namun, ia sendiri menyangsikan kesungguhan niat Timor Leste untuk bergabung. Hal itu diduga hanya opini segelintir orang saja, karena jika dibandingkan lepasnya mereka dari Indonesia jauh lebih banyak disepakati rakyat di sana. Indonesia pun hingga kini tak terlalu menanggapi serius wacana tersebut, bahkan Emrus mengatakan tidak ada untungnya sama sekali bagi Indonesia jika Pengamat Politik, Emrus Sihombing Timor Leaste bergabung kembali.
Dulu saat kita berintegrasi APBN banyak yang dikeluarkan untuk mereka, tapi nyatanya lepas. Jangan sampai kita terjebak dan berkorban dua kali, habis di pikiran, energi, dan biaya sedang masih banyak daerah terpencil di Indonesia yang harus diurusi. Mereka bergabung karena ada masalah, mungkin kemiskinan, suruh saja urus sendiri kan secara internasional sudah legitimate, ungkapnya.

Minggu, 09 November 2014

Charles Honoris: Fraksi Demokrat Seperti Pontius Pilatus

Poltisi PDI Perjuangan Charles Honoris angkar suara terkait hasil rapat paripurna  terkait RUU Pilkada yang dimenangkan oleh kubu Koalisi Merah Putih. Kekalahan kubu  yang mendukung pemilihan kepala daerah secara langsung dari kubu yang pro pemilihan melalui DPRD, Charles Honoris anggap sama saja dengan mencederai aspirasi rakyat.

"Demokrasi kita sedang berkabung karena para wakil rakyat yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih mementingkan kepentingan elit politik dan sudah mencederai aspirasi rakyat," ujar Charles Honoris, Jumat (26/9/2014).

"Sikap fraksi Partai Demokrat khususnya sangat mengecewakan. Mencuci tangan seperti pontius pilatus dan membiarkan pembantaian terhadap kedaulatan rakyat.Semoga rakyat bisa melihat siapa saja wakil rakyat yang sudah melakukan pengkhianatan terhadap kedaulatan rakyat," pungkasnya.  
Diberitakan sebelumnya, setelah walkout, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono mengadakan rapat di kantor fraksi lantai 9, Gedung Nusantara 1 DPR, Jumat (26/9/2014) dini hari.

Namun usai rapat, tidak ada satupun anggota fraksi Demokrat yang keluar dari kantornya. Para staf dan pihak keamanan yang bekerja di lingkungan fraksi partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono pun menutup rapat-rapat informasi jalannya pertemuan tersebut dan keberadaan anggota fraksi Demokrat.
"Saya gak tahu mas, kantor sudah kosong, sudah pada pulang tadi," ujar salah seorang di pintu masuk kantor Fraksi Demokrat.

Para wartawan yang sudah menunggu lama tidak percaya begitu saja. Mereka akhirnya memberanikan diri masuk ke kantor fraksi Demokrat. Setelah masuk ternyata, para anggota fraksi secara bergiliran meninggalkan kantor fraksi melalui pintu belakang.
Ketika ditanya mengenai jalannya sidang dan langkah keputusan yang diambil fraksi, mereka yang kepergok meninggalkan gedung tersebut enggan berkomentar. Mereka hanya melontarkan senyuman kepada para wartawan.
Dari rombongan anggota fraksi Demokrat yang meninggalkan kantor secara sembunyi-sembunyi, tidak tampak batang hidung Ibas yang menggagas rapat tertutup tersebut. Para wartawan hanya melihat sejumlah Paspampres yang bergegas turun menggunakan lift belakang.
Aksi saling kejar sempat terjadi melihat Paspampres turun. Para wartawan mencoba mengikuti melalui lift berbeda. Turun ke lantai delapan para wartawan tidak menemukan Ibas. Begitu juga setelah menyisir setiap lantai, hasilnya nihil.
Para anggota fraksi Demokrat seperti ketakutan menghadapi media. Mereka emoh menjelaskan alasan langkah walkout yang mereka lakukan dalam sidang paripurna.
Salah satu anggota Fraksi Demokrat yang enggan disebutkan namanya, hanya mengatakan pertemuan tersebut dilakukan di ruangan Fraksi Demokrat Nurcahyo.
"Nanti saja saya tidak mau komentar, hanya saja pertemuan di ruangan Nurcahyo. Seharusnya ada juga Agus Hermanto dan Jhonny Allen Marbun," kata Charles Honoris.
Sumber

Charles Honoris: Patahkan Pilkada Langsung, KMP Khianati Rakyat

Rancangan Undang Undang Pemilihan Kepala Daerah menurut rencana akan disahkan DPR pertengahan bulan ini. Namun penolakan terus disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat.
Politikus muda PDI Perjuangan, Charles Honoris berpendapat upaya parpol Koalisi Merah Putih (KMP) menjadikan pemilihan kepala daerah melalui mekanisme parlemen dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rakyat dan demokrasi.
"Upaya Koalisi Merah Putih menghapus Pilkada langsung adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat dan demokrasi," ujar Charles Honoris anggota DPR terpilih periode 2014-2019 kepada Rakyat Merdeka Online (Grup JPNN.com), Minggu (7/9).
Ketua Taruna Merah Putih (TMP) DKI Jakarta ini juga menegaskan kalau Pilkada Langsung diserahkan ke DPRD maka politik dagang sapi antara elit parpol di tingkat provinsi dan kabupaten/kota akan semakin marak. Padahal selama ini elemen masyarakat menolak dengan tegas politik dagang sapi. Namun, peluang itu kembali dibuka dengan dihapuskannya Pilkada langsung.
"Perubahan ini sangat dipaksakan. Rakyat akan kehilangan kesempatan untuk memilih orang yang berkualitas, memiliki prestasi kerja serta rekam jejak yang jelas," papar Charles Honoris.
Perubahan itu tegasnya kental nuasa balas dendam atas kekalahan KMP pada Pilpres 2014. Terkait dengan itu, pihaknya meminta agar DPR harus segera menghentikan wacana tersebut. Sebab kata Charles Honoris anggota DPR dipilih langsung oleh rakyat untuk mewakili kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan elit politik.
"Apalagi elit politik yang ingin balas dendam atas kekalahan pada Pilpres. Mereka kok teganya mengkhianati kehendak rakyat dengan cara-cara seperti itu," tegas Charles Honoris.

Jumat, 07 November 2014

Charles Honoris: Pemuda Diminta Aktif Gotong Royong Bangun Bangsa

Ketua Taruna Merah Putih (TMP) DKI Jakarta, Charles Honoris berharap agar seluruh pemuda lebih aktif bergotong royong membangun bangsa. Apalagi pada 2014, Indonesia berhasil melaksanakan pesta demokrasi di legislatif maupun eksekutif.
“Mari para pemuda ikut berpartisipasi, mulai dari pekerjaan yang sederhana, membangun komunitas-komunitas yang produktif serta ikut peduli terhadap lingkungan sekitarnya,” kata Charles, Jakarta, Selasa (28/10).
“Momentum Sumpah Pemuda kali ini penuh dengan makna. Indonesia baru saja melewati masa krusial pergantian kekuasaan, dan puji Tuhan semua bisa dilalui tanpa ada konflik dan gangguan yang berarti,” ujarnya.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI-Perjuangan) ini juga meminta agar para pemuda tidak apatis atau buta politik.
“Nasib jutaan pemuda di Indonesia ditentukan oleh kebijakan politik. Karena itulah, dari tingkat RT sampai ke pusat, pemuda harus aktif jadi kelompok penggerak. Kita sebagai pemuda tentu tidak mau peran kesejarahan pemuda hilang dalam proses perubahan bangsa ini ke depan,” pungkasnya.
Sumber

Charles Honoris : Pesta Rakyat Menyambut Pemimpin Baru

Pelantikan Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo dan Wakil Presiden Drs. H.M. Jusuf Kalla di Gedung Parlemen Senayan Jakarta adalah momentum baru yang bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Sumpah dan janji jabatan yang diucapkan oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih dihadapan seluruh rakyat Indonesia disaat sidang paripurna MPR RI menjadi simbol peralihan kekuasaan yang konstitusional.
Setelah ceremonial pelantikan selesai, Presiden Joko Widodo beserta Wakil Presiden Jusuf Kalla menyapa rakyat di bundaran HI yang sudah menunggu sejak pagi bahkan ada yang rela menginap sehari sebelumnya. Di bundaran HI, Presiden Joko Widodo disambut dengan sorak sorai ribuan masyarakat yang berkumpul di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin. Sajian Pawai Budaya dan kesenian dari sabang sampai merauke, serta bendera Merah Putih raksasa juga ikut menghiasi gegap gempita pesta rakyat ini. Presiden Joko Widodo didaulat menaiki kereta kencana yang sudah disiapkan untuk mengantar beliau ke Istana Negara.
Suasana Pesta Rakyat sudah terasa ketika RK bertemu dengan wajah-wajah sumringah ribuan manusia yang tumpah ruah di jalan-jalan sambil memasang atribut kreatif dari berbagai kelompok masyarakat. Pesta rakyat ini juga menyuguhkan santapan gratis sebanyak 450 gerobak makanan seperti bakso, siomay, dan ketoprak yang diperuntukkan bagi peserta pesta rakyat. Tak mau ketinggalan, Taruna Merah Putih (TMP) turut memeriahkan pesta rakyat ini dengan menggelar konser rakyat bertema Semangat Indonesia Baru. TMP mendirikan panggung di kawasan monas dengan menghadirkan hiburan rakyat berupa tarian daerah, group music humor kesukaan Jokowi yaitu Teamlo, serta Group Band Samsaka. Para pengunjung sangat menikmati sajian musik , tarian dan kesenian tradisional yang dipentaskan di panggung TMP. Charles Honoris (CH), anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan yang juga merupakan Ketua TMP Propinsi DKI Jakarta mengatakan, Pesta Rakyat yang dibuat kali ini benar-benar menjadi simbol kemenangan rakyat. Masyarakat antusias untuk datang berbondong-bondong meskipun cuaca siang ini sangat panas menyengat. CH menambahkan dukungan rakyat yang luar biasa ini, juga akan menjadi semangat baru bagi pemerintahan Jokowi-JK untuk segera bekerja menuntaskan segala persoalan yang ada di negara kita. Kegembiraan rakyat siang hari ini harus dibayar tuntas dengan kinerja baik dari Jokowi-JK.
Pesta rakyat mencapai puncaknya disaat Presiden Jokowi Pidato di depan rakyat secara langsung. Dalam pidatonya, presiden mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia dan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bekerja sama membangun bangsa.

Charles Honoris : 10 Ribu Kader Taruna Merah Putih Sambut Jokowi-JK Di Monas

Charles Honoris, anggota DPR PDI Perjuangan memastikan sepuluh ribu kader Taruna Merah Putih (TMP) akan menyambut Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
Sepuluh ribu kader TMP -sayap PDIP diisi para anak muda dan mahasiwa, salah satu tim pemenangan Jokowi-JK ini, sedianya akan berkumpul, sekaligus mendirikan posko  di Monumen Nasional (Monas), pada Senin (20/10/2014) siang.
Charles Honoris menjelaskan, berbagai ragam budaya, termasuk tarian akan disuguhkan. Termasuk, sejumlah artis yang tercatat sebagai politisi PDI Perjuangan, Nico Siahaan, grup lawan teamlo maupun Edo Kondologit dan lainnya.
Rencananya, tarian daerah yang akan disuguhkan antara lain berasal dari Batak, Banten, Dayak dan beberapa tari-tarian dari daerah lain di Indonesia.
"Beberapa kepala daerah rencananya juga akan hadir.Antara lain, Bupati Tanahbumbu yang tak lain Ketua TMP Kalimantan Selatan. Pak Mukhlis Basri, Bupati Lampung Barat juga akan hadir dalam acara ini," ujar Charles Honoris, yang juga menjabat sebagai Ketua TMP DKI Jakarta, Minggu (19/10/2014).
Ketua TMP Bali yang juga Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, dan beberapa kepala daerah lainnya juga akan hadir.
"Acara ini adalah wujud dari rasa sukur kami atas pelantikan Jokowi dan Pak Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih," ujarnya.
Sekaligus, mengucapkan terimakasih kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dengan sikap kenegarawanannya,  memberikan kesempatan kepada kaum muda, memimpin negeri ini
"Baik Ibu Mega, Pak Prabowo, Fauzi Bowo telah memberikan kesempatan kepada anak muda untuk tampil sebagai pemimpin. Kita juga patut berterimakasih kepada Pak SBY atas kepemimpinannya selama ini," pungkas Charles Honoris.